Sebuah Puisi : Dibunuh Karena Berita

Tolak Impunitas !

Kami ada di sini, dalam realita para penguasa
Yang memberikan remisi terhadap pembunuh pencari berita.
Pada akhirnya, di jalanan kami berlipat ganda.
Mempertanyakan keadilan akan kasus pembunuhan
Mengusik kebebasan pers yang dilindungi undang-undang.

Keluarga kawan seperjuangan pasti mengalami pahit kenyataan.
Sebab, yang hilang tak mungkin kembali dipelukan.
Sementara itu, sang pembunuh mungkin bisa kembali berkeliaran.
Menjadi bringas lagi ganas mempengaruhi penguasa lainya.

Apabila usul tak lagi didengar.
Maka, memberontak adalah hal yang wajar.
Sebab, kami tahu mana yang baik dan benar.
Bukan karena ada yang memodal (i)
Maupun aksi seperti para kriminal,
Namun ini adalah suara yang datang
Dari sesuatu hal yang janggal.

Tentang keadilan bagi Udin yang dibunuh karena berita.
Aa Gede Bagus Narendra Prabangsa juga demikian adanya.
Lalu, siapa lagi wartawan yang akan dibunuh karena
Karya foto, video maupun tulisanya?
Hukum tidak selalu memihak kepada para pewarta
Bahkan, ia bisa menjelma menjadi kepentingan elit politik semata?

Remisi telah mengusik rasa keadilan bagi keluarga korban, juga jurnalis di Indonesia.
Keringanan hukuman bagi pelaku, dikhawatirkan akan menyuburkan iklim impunitas.
Para pelaku kekerasan tak jera dan bisa memicu terjadi kekerasan berikutnya.

 

Falahi Mubarok, Malang, 24 Januari 2019

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *