Bazar Media

IMG-20160521-WA0071

Era pers bebas di Indonesia ditandai dengan terbitnya Undang – Undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Sistem sensor dan pembredelan yang sering diberlakukan pada era orde baru pun runtuh dengan regulasi tersebut. Kendati bebas, pers harus bertanggungjawab dan berpegang teguh pada kode etik.
Saat ini, pers menjadi bagian tak terpisahkan dari iklim demokrasi di Indonesia. Seiring dengan terbitnya perundangan tersebut, kebebasan pers turut menyuburkan industri media, dengan memunculkan berbagai media baru sesuai segmentasinya.
Munculnya media sosial membuat pertukaran arus informasi semakin cepat. Namun tak jarang informasi yang muncul justru menyesatkan pembacanya lantaran tak ada verifikasi. Diperlukan kecerdasan untuk menyaring informasi tersebut, sehingga khalayak menerima pesan yang sesuai dengan faktanya.
Era kebebasan pers saat ini, juga tidak membuat insan pers hanya berafiliasi pada satu organisasi pers. Pekerja media bebas menentukan organisasi profesi, salah satunya Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang berprinsip independen, kritis dan bertanggungjawab.
Di Malang, AJI didirikan pada 28 Mei 2005. Selama itu, kami turut mendorong kebebasan pers, dan peningkatan kapasitas jurnalis di Malang Raya dengan menggelar berbagai kegiatan, seperti workshop, seminar atau diskusi.
Selain itu, kami juga menjadi mitra diskusi bagi sejumlah organisasi, dan ikut pula mendorong kemajuan puluhan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) diberbagai perguruan tinggi.
Sebagai syukur atas berdirinya AJI Malang, yang sudah berusia 11 (sebelas) tahun, kami menggagas kegiatan Bazar Media. Kegiatan ini berupa pameran karya jurnalistik Lembaga Pers Mahasiswa, karya jurnalistik Siswa, kompetisi lembaga pers mahasiswa dan pelajar, workshop, lomba, serta panggung ekspresi. Kegiatan ini melibatkan berbagai organisasi pers di Malang, sejumlah media lokal di Malang, dan lebih dari 34 Lembaga Pers dari perguruan tinggi dan sekolah di Malang Raya.
Harapan kami, Bazar Media tidak sekadar menjadi ajang pesta media. Tapi juga menjadi sarana meningkatkan kapasitas jurnalis, serta mempertegas komitmen media/pers dalam menyuarakan kepentingan publik.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *