Jurnalis di Malang Gelar Ruwatan di Depan Patung Chairil Anwar

M. Aminuddin – detikSurabaya




Foto: M Aminudin

Malang – Aliansi Jurnalis Anti Kekerasan (AJAK) menggelar ruwatan depan patung Chairil Anwar di Jalan Basuki Rahmat, Kota Malang, Senin (26/11/2012).

Aksi diikuti puluhan wartawan di Malang Raya itu untuk ‘membersihkan’ para jurnalis dari tindak kekerasan selama setahun ini di berbagai daerah. Dalam proses ruwatan itu wartawan membakar kemenyan dan menabur bunga di depan patung Chairil Anwar.

Menurut Hari Istiawan koordinator aksi, jurnalis menjadi bagian proses demokrasi di tanah air sudah berulangkali menjadi sasaran kekerasan. Diantaranya, pelaku kekerasan meliputi aparat militer, polisi, organisasi massa dan masyarakat sipil. Sayang sejumlah kasus kekerasan berhenti di tengah jalan. 

“Terjadi praktek impunitas, atau kejahatan tanpa hukuman,” ucap Hari.

Hari menambahkan, selama Oktober 2012 terjadi 9 kasus kekerasan dialami jurnalis. Meliputi kekerasan terhadap wakil pemimpin redaksi Radar Bogor, kekerasan juga dialami kontributor Kompas TV Makasar Chermanto Tjombah, jurnalis Pasundan Ekspres menjadi korban kekerasan, Jason Sembiring (wartawan Lingkar Jabar) menjadi korban penganiayaan, oknum TNI Angkatan Udara menganiaya dan menghalangi kerja tiga jurnalis di Riau.

Selain itu seorang Bupati mengancam jurnalis Tribun Timur Akhwan Ali dan jurnalis harian Cakrawala M. Siudjung Dg Nyulle disekap di Kantor Bupati Selayar. 

Terakhir, jurnalis Harian Metro Aryono Linggoto alias Ryo dibunuh mengalami 14 luka tusuk di Manado. Meski polisi meringkus 5 pelaku, namun pengusutan kasus harus diungkap secara transparan dan seadil-adilnya.

“Kami menuntut terhentinya aksi kekerasan terhadap jurnalis,” teriak pendemo saat menggelar aksi.

http://surabaya.detik.com/read/2012/11/26/111414/2101243/475/jurnalis-di-malang-gelar-ruwatan-di-depan-patung-chairil-anwar

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *