AJI Malang: Usut Tuntas Pelaku Kekerasan Pada Jurnalis!

Kamis, 30 Agustus 2012 17:33:30 WIB Reporter : Hanum Oktavia

Malang (beritajatim.com) – Aksi kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi. Kali ini dua jurnalis televisi Blitar yakni, Elis Faizin alias Wiro jurnalis Rajawali Televisi dan Khoirul Hadi jurnalis Surabaya Televisi.

Keduanya menjadi korban pengeroyokan ketika melakukan tugas jurnalistik sengketa lahan perkebunan di Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. Untuk itu, Aliansi
Jurnalis Independen (AJI) Malang mendesak agar polisi segera mengusut tuntas pelaku kekerasan tersebut.

Sekretaris AJI  Malang, Yatimul Ainun mengungkapkan, aksi kekerasan terhadap jurnalis jelas mengancam kemerdekaan pers yang dijamin Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Menurutnya, pers harus bebas dari tindakan pencegahan, pelarangan, dan atau penekanan agar hak masyarakat untuk
memperoleh informasi terjamin. “Untuk ke depannya, kami berharap kekerasan terhadap jurnalis tak terulang kembali,” kata pria yang kerap disapa Ainun ini, Kamis (30/8/2012).

Penegak hukum, lanjut Ainun, harus serius menangani kasus kekerasan terhadap jurnalis, khususnya yang dialami jurnalis di Blitar. Selain itu, Dewan Pers dan organisasi profesi wartawan seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) segera menuntaskan menyusun pedoman dan standar penanganan perkara kekerasan terhadap jurnalis. “Perusahaan media juga harus melindungi jurnalisnya dari ancaman kekerasan fisik,” imbuhnya.

Kendati demikian, AJI Malang juga menghimbau pada seluruh jurnalis untuk menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dengan mematuhi Undang-Undang Pers dan kode etik jurnalistik.

Ainun menjelaskan, berdasarkan catatan AJI Indonesia sepanjang 2011 terjadi peningkatan kekerasan fisik yang dialami jurnalis. Dari sebelumnya 16 kasus kekerasan fisik naik menjadi 19 kasus. “Kekerasan fisik meningkat, hal itu menunjukkan lemahnya aparat penegak hukum menindak pelaku kekerasan terhadap jurnalis,” pungkasnya. [num/ted]

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *