Wartawan Tempo Malang Meninggal Dunia

Bintariadi, Pendiri AJI Malang
Manado, 29 Januari 1966
Malang, 25 Februari 2012
Foto-foto: ABDI PURMONO

SABTU, 25 FEBRUARI 2012 | 15:41 WIB

TEMPO.CO, Malang – Bintariadi, wartawan Tempo yang bekerja di Malang, Jawa Timur, meninggal dunia Sabtu dini hari, 25 Februari 2012, pukul 01.30 WIB. Lelaki yang akrab disapa Bibin itu meninggal dunia pada usia 47 tahun di Rumah Sakit Panti Nirmala, Malang.


Almarhum meninggal dunia setelah terbaring sakit selama tiga bulan akibat penyakit radang selaput otak (meningitis). “Kondisinya terus memburuk setelah menjalani operasi otak,” kata Andian Dani, istri almarhum.

Jenazah Bibin dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Bedali, Lawang, Kabupaten Malang, setelah disemayamkan di rumah orang tuanya di rumah dinas TNI AL Blok A2, Bedali, Malang. Almarhum meninggalkan tiga anak yang masih kecil, yakni Jivaraudha Nurardaka, 13 tahun, Etsarosseta Nurainun Faikhan, 11 tahun, dan Bening Nur Mentari Raudhina, 4 tahun.

Bibin mengawali karier sebagai jurnalis sejak duduk di bangku kuliah. Melalui organisasi Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI), alumnus Fakultas Sastra Universitas Jember ini getol menyuarakan kritik sosial.

Sebelum bergabung sebagai koresponden Tempo untuk wilayah Malang pada 2001 Bibin sempat berkerja sebagai wartawan di tabloid musik MUMU dan tabloid ADIL.

Selain menekuni jurnalistik, almarhum juga aktif menyuarakan isu lingkungan hidup melalui tulisan dan organisasi Profauna.

Sederet penghargaan berhasil dia boyong. Di antaranya menerima fellowship dari Society of Indonesian Enviromental Journalist (SIEJ) untuk isu globalisasi, AJI Indonesia tentang pengendalian tembakau dan perburuhan, juara pertama penulisan jurnalistik Departemen Pertanian serta juara dua lomba jurnalistik tentang sanitasi yang diselenggarakan AJI Malang.

Bibin aktif dalam berbagai organisasi. Di antaranya pendiri dan mantan ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang, pegiat di lembaga swadaya perlindungan satwa (Profauna), pengurus rumah informasi publik di Malang, dan kordinator Society of Indonesian Enviromental Journalist (SIEJ) simpul Jawa Timur.

Sesaat sebelum terbaring sakit, Bibin dinobatkan sebagai juara pertama lomba jurnalistik Pertamina kategori energi terbarukan. Namun saat namanya diumumkan di Jakarta untuk menerima penghargaan, Bibin justru terkulai di rumah sakit.

Semestinya bulan ini Bibin mengikuti visit media ke BBC London, Inggris, sebagai hadiah dari Pertamina atas karya tulisnya. Namun karena sakit yang dialaminya perjalanan ke London itu gagal.

Kematian Bibin ini mengundang bela sungkawa dari berbagai kalangan. Dini Mawuntyas, Ketua Serikat Pekerja Koresponden Tempo (Sepak@t) menyebutnya sebagai tokoh atas terbentuknya organisasi serikat pekerja pertama di Indonesia yang menaungi koresponden itu. “Mas Bibin adalah pencetus pertama serikat pekerja koresponden di Indonesia,” tutur Dini di rumah duka.

HARI TRI WASONO | DINI MAWUNTYAS

http://www.tempo.co/read/news/2012/02/25/180386355/Wartawan-Tempo-Malang-Meninggal-Dunia

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *