Xanana Berguru Irigasi ke Blitar-Malang

SURABAYA POST, Sabtu, 11 Desember 2010 11:59 WIB

BLITAR – Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao berguru tentang saluran irigasi ke Malang dan Blitar. ’’Kami perlu melakukan penataan infrastruktur ke depan, melihat apa yang diperlukan. Air untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk saluran irigasi. Untuk itu, kami berkunjung mencari kesempatan bisa bekerja sama dengan provinsi Jawa Timur,’’ tuturnya saat berkunjung di Bendungan Wlingi Raya Desa Jegu, Kec. Sutojayan, Kab. Blitar, Jumat (10/12).

Ia mengaku negaranya harus melakukan pembenahan di segala bidang, termasuk pembangunan bidang pengairan. Usia yang masih muda, delapan tahun, membuat negara itu masih jauh tertinggal secara teknologi dengan negara lainnya. Ia bahkan mengakui bahwa negaranya termasuk negara miskin tingkat dunia dan Asia. Untuk kebutuhan sehari-hari, mereka masih mengandalkan impor dari negara-negara di sekitarnya, termasuk Indonesia.

Pihaknya ingin melakukan perbaikan demi kepentingan rakyat. Lokasi bendungan menjadi salah satu tujuan utama, untuk belajar tentang pengelolaan air dan sistemnya sehingga mampu menghasilkan jaringan listrik serta untuk irigasi. ’’Kami belajar, dan berupaya ke depan untuk memperhatikan apa yang pas untuk negara kami. Untuk itu, kami ke sini,’’ ujarnya.

Pihaknya juga berencana mengirimkan bagian pengairan di negaranya untuk belajar masalah tersebut di Indonesia, terlebih lagi di Jawa Timur. Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf yang mendampingi rombongan Xanana menyambut baik rencana kerja sama bidang pengairan dan pertanian dengan Timor Leste.

Rombongan Perdana Menteri sampai di lokasi bendungan sekitar pukul 15.45. Sebelum tiba di Kab. Blitar, rombongan meninjau lokasi Waduk Sutami di Malang untuk melihat PLTA Sutami. Xanana datang dengan rombongan pejabat dari Timor Leste. Selama di Jatim ia didampingi Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, Dirut Perum Jasa Tirta I (PJT), Tjuk Waluyo, serta jajaran muspida Kabupaten Blitar.

Namun, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang menyesalkan dibatasinya wartawan yang meliput Xanana Gusmao saat berkunjung di Perum Jasa Tirta I di Malang usai dari Blitar. Dengan alasan ruangan terbatas, hanya lima wartawan ber-id card yang diperbolehkan meliput. Pengurusan id card juga terkesan tak transparan. Soal ini, pejabat terkait seperti Kepala Humas Perum Jasa Tirta I Tri Hardjono, dan Kasubag Media Biro Humas dan Protokoler Provinsi Jawa Timur Anom Surahno saling lempar tanggung jawab.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang Abdi Purnomo menilai pembatasan kerja wartawan melanggar UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers. ’’Ini termasuk penghalangan terhadap kerja jurnalistik dan melanggar perundangan yang ada. Kami sangat mengecewakan hal ini,” ntr, zar

http://surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=0fe392f865944e20304b8ebb1efdedeb&jenis=1679091c5a880faf6fb5e6087eb1b2dc

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *