18 Wartawan AJI Dapat Beasiswa di Belanda


Rabu, 21 April 2010 15:58 WIB

JAKARTA–MI: Sebanyak 18 wartawan anggota Aliansi Jurnalis Independen memperoleh beasiswa Studeren in Nederland di Radio Netherland Training Center Hilversum, Belanda.

“Beasiswa Studeren in Nederland (StuNed) dilakukan untuk memperdalam kontribusi jurnalisme multimedia terhadap independensi media,” kata Ketua AJI Wahyu Dhyatmika, dalam siaran pers yang diterima, di Jakarta, Rabu (21/4).

Pelatihan ini bertujuan untuk mempertajam kapasitas para anggota AJI di bidang multimedia, khususnya terkait dengan independensi media. Dari pelatihan ini Wahyu berharap anggotanya dapat lebih memahami jurnalisme multimedia.

“Kami berharap pelatihan ini menjadi jalan untuk memahami jurnalisme multimedia dapat menjadi solusi memperkuat independensi media,” kata Wahyu. Para peserta adalah wartawan media cetak maupun media elektronik dari enam cabang AJI yang ada di enam kota.

Para peserta berasal dari Jakarta, Pekanbaru, Bali, Semarang, Malang dan Surabaya, acara dilaksanakan mulai dari tanggal 24 April-16 Mei 2010. “Peserta akan mendalami perkembangan terkini multimedia dan memperoleh kesempatan melakukan kunjungan ke beberapa organisasi terkait di Belanda selama tiga minggu,” kata Wahyu.

Wahyu juga menjelaskan pascapelatihan peserta diwajibkan menyebarluaskan pengetahuan yang diperolehnya melalui ‘blog’ dan ‘website’ interaktif untuk mempromosikan media independen.

“Pelatihan akan dilaksanakan sekembalinya mereka dari Belanda, sehingga anggota AJI diberbagai daerah juga dapat merasakan ilmu yang didapat dari pelatihan,” kata Wahyu.

Sudah 12 tahun pers memiliki kebebasan, tetapi sampai saat ini Independensi media masih menjadi polemik. Padahal peran wartawan sangat strategis dalam upaya kerjasama bilateral antara pemerintah Belanda dan Indonesia.

“Wartawan adalah salah satu pilar utama suatu pemerintahan,” kata Marrik Bellen, Direktur Nuffic-Neso Indonesia. Radio Netherland Training Center (RNTC) adalah institusi yang bergerak di sektor media, pembangunan, seta pendidikan. Lembaga ini secara reguler menyelenggarakan pelatihan di bidang media. Sebelumnya sudah dua kali beasiswa StuNed diberikan kepada wartawan, tahun 2007 dan 2009.

“AJI adalah kelompok wartawan ketiga yang berhasil mendapat berasiswa untuk meningkatkan kapasistas anggotanya,” kata Wahyu. (Ant/OL-06)

http://www.mediaindonesia.com/read/2010/04/21/137508/38/5/18-Wartawan-AJI-Dapat-Beasiswa-di-Belanda

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *