Pegawai Bulog Keluhkan Maraknya Wartawan ‘Bodrek’

Sabtu, 31 Juli 2010 20:20:26 WIB
Reporter: Yatimul Ainun

Malang (beritajatim.com) -Tidak sedikit masyarakat dan pegawai pemerintah yang mengeluhkan dengan maraknya wartawan ‘bodrek’ alias Wartawan Tanpa Surat kabar (WTS) yang berkeliaran diberbagai instasi daerah di Jawa Timur. Tragisnya, selain menakut-nakuti, juga memaksa minta uang.

Keluhkan tersebut disampaikan Kepala gudang Bulog Pasuruan Elva, yang berkantor di Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan, saat menghadiri diskusi interaktif yang diadakan Aliansi Jurnali Independen (AJI) Malang, tentang Perum Bulog dan UU Kebebasan Informasi Publik di Hotel Griyadi Muntana, Kota Malang Sabtu (31/7/2010).

Menurut Elva, di daerahnya di wilayah Pasuruan, dan bahkan bukan juga didaerah lain, marak wartawan bodrek, yang juga memilik id card wartawan. “Saya sering didatangi wartawan tanpa surat kabar jelas namun mempunyai Id Card. Tragisnya, dia tidak mencari berita yang sewajarnya, tetapi mencari-cari persoalan dan kalau mau pulang memaksa meminta uang,” akunya.

Kejadian serupa jelas Elva, bukan hanya dialami dirinya, tetapi banyak pegawai yang mengeluhkan hal yang sama. “Karena diskusi interaktif ini dihadiri para wartawan, saya ingin meminta penjelasan yang sebenarnya seperti apa wartawan yang asli dan yang palsu?” tanyanya kepada narasumber yang saat itu sebagai pemateri wartawan senior Majalah Tempo Bibin Bintariadi.

Dari pertanyaan tersebut, Bibin, begitu mantan ketua AJI Malang itu akrab disapa, tugas wartawan profesioanl itu diantaranya hanya mencari informasi, menulis, menyampaikan berita. “Kalau mencari-cari dan meminta uang itu, sebaiknya jangan dilayani. Layani sesuai dengan tugasnya,” katanya.

Lebih lanjut Bibin mengakui, memang banyak orang yang mengeluhkan dengan adanya wartawan tak jelas surat kabar itu. “Tetapi untuk bersikap baik kepada siapapun yang ingin mendapatkan informasi publik, sebaiknya dilayani saja tidak lebih,” ujarnya di depan puluhan wartawan.

Karena saat ini, Id Card wartawan sangat mudah dibuat dan mudah dipalsukan. “Kalau tambah menghindari dari wartawan, apakah itu wartawan profesional atau tiak malah salah. Karena akan tersu diburu. Begitu setahu saya kalau berhadap-hadapan dengan wartawan tak jelas surat kabarnya,” katanya sembari tertawa.[ain/gir]

http://www.beritajatim.com/detailnews.php/1/Ekonomi/2010-07-31/72143/_Pegawai_Bulog_Keluhkan_Maraknya_Wartawan_’Bodrek’

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *