Wartawan Bodrek Menggila, PWI Probolinggo Keluarkan Himbauan

Rabu, 09 September 2009 20:23:58 WIB

Reporter : Eko Hardianto

Probolinggo(beritajatim.com)-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Probolinggo mengeluarkan himbauan kepada seluruh dinas instansi untuk menolak secara tegas kehadiran oknum wartawan yang bertindak di luar tugas jurnalistik.

Ketua PWI Perwakilan Probolinggo H Iksan Mahmudi, Rabu (9/09/2009) menyatakan, himbauan tersebut perlu disampaikan, mengingat keresahan yang ditimbulkan oleh oknum wartawan yang bekerja di luar tugas jurnalistik, hampir dirasakan oleh seluruh pegawai negeri, pejabat dan pengusaha di Kota/Kabupaten Probolinggo.

Menurut H Iksan, sah-sah saja nara sumber menemui wartawan yang datang kekantornya, sepanjang kehadiran mereka untuk menggali informasi atau berita. Bukan sekedar mencari sesuatu yang justru bertentangan dengan tugas-tugas jurnalistik. Seperti meminta-minta uang, bingkisan lebaran, bahkan memeras nara sumber dengan dalih apapun.

“Keresahan yang ditimbulkan sudah semakin parah. Narasumber sering mengeluhkan sikap oknum wartawan seperti ini. Jadi perlu sikap tegas untuk menolak kehadiran oknum wartawan yang bekerja di luar tugas-tugas jurnalistik,” katanya.

Wartawan senior di Probolinggo ini menambahkan, sangat dibutuhkan keberanian narasumber jika oknum wartawan dimaksud tetap saja memaksakan kehendak yang jelas-jelas bertentangan dengan tugas-tugas jurnalistik.

“Sebaiknya tempuh jalur hukum jika tindakan oknum wartawan ini terkesan memaksa atau menekan,” sambungnya.

Sekedar diketahui, mendekati Lebaran, banyak bermunculan pihak-pihak tidak bertanggungjawab mengatasnamakan wartawan, hadir ke dinas-dinas instansi untuk tujuan meminta uang atau barang.

Akting mereka di depan narasumber tak kalah dengan wartawan sesungguhnya. Namun ada ciri khas yang sangat mudah dikenali pada wartawan CNN (cuma nanya-nanya) atau WTS (wartan tanpa surat kabar) ini.

Seperti gelagat tanya ini dan itu lalu minta sesuatu sebelum pamit meninggalkan ruangan narasumber. “Bahkan ada juga yang sampai memaksa jika mereka sudah kalap. Nah disini sebaiknya narasumber tidak sertamerta melayaninya. Silahkan tolak secara tegas. Laporkan polisi dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan jika memang sempat,” lanjut H Iksan.

Sementara itu, Kabag Komimfo Pemkab Probolinggo, Sentot, mengakui sejak sepekan ini banyak dijumpai oknum wartawan yang bertindak tak sepatutnya. Selain wajah mereka tak pernah dikenali dalam setiap peliputan berita di Probolinggo, tak jarang mereka memaksa narasumber untuk memberikan sesuatu atau barang sebelum pamit pulang.

“Bilangnya untuk THR (Tunjangan Hari Raya). Dan biasanya mereka datang secara berkelompok menggunakan mobil. Ngakunya sih ada yang dari Surabaya, Situbondo, Jember, dan kota-kota lain di luar Probolinggo,” katanya.

Sentot menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan PWI atau Asosiasi Jurnalis Independen (AJI) jika sewaktu-waktu kasus seperti ini terulang.[koe/ted]

http://www.beritajatim.com/detailnews.php/6/Politik_&_Pemerintahan/2009-09-09/44628/Wartawan_Bodrek_Menggila,_PWI_Probolinggo_Keluarkan_Himbauan

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *