Satpam Bank Indonesia Langgar UU Pers, Polisi Harus Turun Tangan

Pernyataan Sikap AJI Jakarta

KEKERASAN kembali menimpa jurnalis. Rabu pagi, 13 Mei 2009, seorang wartawan program berita Liputan 6 SCTV, Carlos Pardede, terluka setelah terlibat adu mulut dengan petugas satuan pengamanan di Gedung Bank Indonesia.

Menurut laporan yang dihimpun tim advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI)Jakarta, pada saat insiden kekerasan terjadi, Carlos sedang berusaha mendapatkan wawancara dengan Gubernur BI Boediono yang disebut-sebut bakal menjadi calon Wakil Presiden mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono.

Tak dinyana, sejumlah satpam Bank Indonesia mempersulit akses Carlos masuk keGedung BI yang berbuntut pada cekcok panas. Keributan berubah menjadi perseteruan fisik saat kepala Carlos berbenturan dengan petugas Satpam, yang membuat pelipis jurnalis senior itu terluka dan berdarah.

Atas insiden kekerasan ini, AJI Jakarta menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Menyesalkan tindakan petugas Satpam Gedung BI yang menghalang-halangi jurnalis yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya. Tindakan satpam tersebut melanggar UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 pasal 4 (3) di mana disebutkan pers nasional berhak mencari informasi. Sesuai pasal 18 (1) satpam BankIndonesia itu dapat dipidana dua tahun penjara atau didenda Rp 500 juta.

2. Mendesak Polres Jakarta Pusat segera menindaklanjuti pengaduan Carlos Pardede dan memeriksa satpam Bank Indonesia selaku tersangka pelaku pemukulan.

3. Menghimbau semua pihak untuk senantiasa menghormati peraturan perundang-undangan yang berlaku dan melindungi tugas wartawan dalam menjalankan profesi jurnalistiknya.

Demikian pernyataan sikap kami.

Jakarta, 13 Mei 2009

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *