Erwin Ketua PWI Pasuruan


Minggu, 01 Februari 2009

PASURUAN – Seperti sudah diduga sebelumnya, konferensi PWI Perwakilan Pasuruan yang berlangsung di RM Nikmat Rasa, Kraton, kemarin berjalan alot. Namun, setelah melalui proses yang sempat memanas, Erwin Indra Prasetya wartawan dari Surabaya Pagi akhirnya mendapat dukungan mutlak sebagai ketua PWI terpilih.

Mengawali tahap pemilihan ketua PWI, mayoritas wartawan muda mulai bersuara keras. Anas Muslimin dari JTV misalnya, dia menilai pembatasan bakal calon ketua yang hanya memberi porsi pada anggota biasa yang sudah memiliki kartu anggota sudah pilih kasih.

“Padahal, jurnalis itu katanya kelompok yang paling memperjuangkan demokratisasi. Kenapa hak wartawan muda dikebiri. Kenapa kami tidak diberi kesempatan menunjukkan potensi yang mungkin lebih dibanding wartawan yang lebih senior,” kata Anas.

Perlawanan wartawan dari media elektronik ini sempat mendapat dukungan dari peserta konferensi lainnya. Salah satunya Alvin Chamami dari Radio Elshinta. Sayangnya, meski dengan gaya ngeyel, usulan mereka pun ditenggelamkan AD/ART PWI yang sudah diputuskan dalam kongres.

Ketua rombongan PWI Jatim Joko Tetuko mengungkapkan, ambisi menjadi ketua PWI bagi mereka yang belum tercatat sebagai anggota biasa harus ditangguhkan dulu. “Percayalah, akan ada proses yang bisa dilalui untuk bisa memberi anda kesempatan,” tandas Joko.

Kubu wartawan muda pun akhirnya dengan terpaksa mengalah. Mereka pun dengan berat hati menerima syarat kriteria bakal calon sesuai dengan ketentuan organisasi PWI yang dianggap sebagai harga mati.

Pada putaran pertama pemilihan, dua nama wartawan senior langsung mencuat. Musyawir dari Antara, dan Erwin dari Surabaya Pagi mendapat dukungan dengan selisih tipis.

Di putaran pertama itu, Erwin sempat tertinggal tiga suara dengan lawannya. Namun, posisi ini berbanding terbalik. Tiga orang pimpinan sidang dari PWI Jatim itu sempat menetapkan skorsing untuk lobi dan negosiasi menjelang putaran penentu.

Tepat pukul 12.30, skorsing pun dicabut. Pada pemilihan final ini, kekuatan mayoritas pun berbalik. Erwin menerima dukungan mutlak mayoritas peserta konferensi yang jumlahnya 29 orang. 18 orang diantaranya memilih dia sebagai ketua. Sedang 9 orang lainnya mendukung Musyawir.

Hasil itupun disahkan oleh pimpinan sidang. Erwin dalam sambutannya setelah terpilih menyatakan siap bersama-sama meningkatkan kredibilitas, dan profesionalitas wartawan Pasuruan sebagai pekerja jurnalis yang bertanggung jawab.

“Kepengurusan di PWI itu bukan pengurus individu, melainkan team work. Jadi baik dan buruknya organisasi ini berada di tangan kita bersama,” tegasnya. (via)

Sumber: Radar Bromo

http://www.jawapos.com/

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *