Data Korupsi Malang Corruption Watch Raib

Kamis, 08 Januari 2009 15:27 WIB

TEMPO Interaktif, Malang: Kantor Yayasan Malang Corruption Watch (MCW), salah satu lembaga antikorupsi ternama di Malang, dibobol maling pada Rabu (7/1) dini hari. Tiga unit laptop berisi data kasus korupsi di Jawa Timur serta tiga telepon genggam milik staf MCW digondol pencuri.

Koordinator Badan Pekerja MCW Zia’ Ul Haq menduga motif pencurian bukan kriminal murni, melainkan dilakukan pihak-pihak tertentu yang tidak menyukai keberadaan dan kerja-kerja lembaga antikorupsi yang berdiri sejak 31 Mei 2000 itu.

Selama ini MCW getol mengungkap dan merilis dugaan korupsi di Jawa Timur, khususnya di wilayah Malang Raya yang mencakup Kabupaten/Kota Malang dan Kota Batu. Terakhir MCW merilis nilai korupsi di Jawa Timur mencapai Rp 1,3 triliun dan khusus nilai korupsi di Malang Raya mencapai Rp 124,6 miliar.

Saat ini MCW juga sedang menangani dugaan korupsi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Malang 2004 dan dana kas daerah Kota Batu. Kedua kasus ini sudah diusut kejaksaan negeri setempat. Beberapa anggota parlemen Kota Malang dan beberapa pejabat di Kota Batu diperiksa kejaksaan.

“Kami menduga itu bukan pencurian biasa. Pencuri sengaja mengincar laptop yang berisi data-data penting soal korupsi. Pencuri juga mengambil handphone. Padahal di kantor juga ada beberapa barang berharga lainnya,” kata Zia’ kepada Tempo, Kamis (8/1), seusai melapor pada Kepolisian Resor Kota Malang.

Pencurian diduga bermotif politik karena sepertinya pelaku mengetahui rencana MCW yang hendak menyerahkan dokumen korupsi kepada anggota Komisi Pemberantasan Korupsi yang akan mengunjungi Malang dalam waktu dekat.

Berdasarkan keterangan staf MCW, pencuri diduga memasuki kantor MCW dengan cara menjebol tembok belakang. Mereka beraksi sekitar pukul 01.00 sampai 01.30. Pencuri diduga berjumlah lima orang, tiga orang beraksi, dua orang mengawasi di luar. Aksi mereka berjalan lancar karena kantor MCW berada di lokasi yang cukup sepi, berdekatan dengan persawahan dan hutan kecil Merjosari. ABDI PURMONO

http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/01/08/brk,20090108-154377,id.html

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *