Konferensi Kedua AJI Malang Berakhir

Konferensi Kedua AJI Malang Berakhir Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Malang telah menyelesaikan konferensi kedua pada Sabtu, 6 Desember 2008, di P-Wec ProFauna, Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Konferensi didahului diskusi bertajuk “Inisiatif Lokal dalam Upaya Penyelamatan Lingkungan di Media”, hasil kerja sama AJI Malang dengan ESP-USAID.

Sebanyak 20 anggota AJI Malang mengikuti konferensi yang digelar di bawah kaki Gunung Kawi tersebut. Sebagian dari mereka datang dari Surabaya, Madiun, Kediri, Pasuruan, dan Probolinggo. Dini Mawuntyas (Tempo) dan Heru Priyatmojo (Radio Citra Protiga) bertindak sebagai pimpinan sidang.

Hadir sebagai peninjau beberapa pimpinan organisasi yang selama ini menjadi partner AJI Malang, seperti Malang Corruption Watch, Wahana Lingkungan Hidup. AJI Indonesia diwakili Bung Winuranto Adhi (Koordinator Divisi Serikat Pekerja AJI Jakarta).

Seluruh peserta konferensi menerima laporan pertanggungjawaban pengurus lama yang dipimpin duet Bibin Bintariadi dan Eko Widianto, dengan sedikit catatan untuk perbaikan laporan. Konferensi berpuncak pada pemilihan ketua, sekretaris, dan pengurus baru.

Ada empat kandidat ketua: Abdi Purmono alias Abel (Tempo), Wahyoe Boediwardhana (The Jakarta Post), Bibin Bintariadi (Tempo), dan Heru Priyatmojo. Bibin dan Heru menyatakan tidak bersedia dicalonkan.

Alhasil, tinggal Abel dan Wahyoe yang maju. Hasilnya, Abel menjadi ketua terpilih AJI Malang periode 2008-2011, dengan dukungan 16 suara berbanding empat suara.

Berikutnya, Hari Istiawan, jurnalis media online Berita Jatim, terpilih menjadi sekretaris, dengan perolehan delapan suara. Sedangkan dua kandidat lagi, Renni Susilawati (Surya) dan Wahyoe, masing-masing mendapatkan enam suara.

Terima kasih untuk Bung Bibin Bintariadi, Bung Eko Widianto, serta pengurus yang lain untuk kerja kerasnya selama tiga tahun pertama usia AJI Malang.

Terima kasih pula untuk perhatian dan kerja sama yang diberikan rekan dan sahabat AJI Malang, seperti ProFauna, Wahana Lingkungan Hidup, Malang Corruption Watch, dan ESP-USAID.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *